PEREMPUAN PERKASA DARI PELABUHAN LEKOK PASURUAN

Published January 25, 2012 by lily191

Apa yang terlintas di pikiran kalian saat mendengar kata permpuan perkasa? Puisi ciptaan Hartoyo Andangjaya yang berjudul Perempuan-Permpuan Perkasa? Tak salah bila perempuan-perempuan itu disebut perkasa dengan segala keuletan, rutinitas harian, dan keterbatasan ekonomi mereka masih terus berjuang untuk memastikan asap dapur tetap mengepul. Seperti ini juga potret perempuan di Pelabuhan Lekok, Pasuruan.
Sosok-sosok perempuan yang tangguh yang mengabdikan diri mereka menjalani peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan pencari nafkah. Tidak akan mampu dipungkiri mereka ikut ambil peran dalam menopang perekonomian keluarga. Mereka bekerja sebagai pembuat ikan asin dan penjual ikan. Bukan pekerjaan yang menarik dan mungkin dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Bukan pekerjaan prestisius dan tidak menghasilkan penghasilan yang besar. Namun, wanita-wanita ini tetap bekerja keras dan tekun menjalani profesinya tersebut. Anda bisa melihat denyut perjuangan mereka dari pagi hingga petang. Mereka tak hanya bekerja, tetapi masih harus mengurus anak, suami, dan rumah. Mereka tak melupakan kodrat mereka sebagai seorang istri di tengah pekerjaan berat yang menyita waktu mereka.


Membawa bakul berisi ikan asin kering


Ibu yang bekerja menyiangi ikan asin

Perempuan perkasa dari pelabuhan Lekok Pasuruan adalah bukti ketangguhan sosok wanita dalam menjalani hidup. Mereka selalu bisa tersenyum dan tertawa di tengah himpitan kesukaran hidup, mereka mampu tersenyum hangat pada anda meski banyak hal pahit yang mereka rasakan. Perlu ditekankan bahwa kehidupan nelayan di Pelabuhan Lekok sendiri masih jauh dari kata berkecukupan, tetapi perempuan perkasa istri para nelayan tersebut akan lebih memilih untuk bekerja keras semampu mereka untuk membantu suami mereka memastikan esok mereka bisa makan dan hidup. Jangan bertanya pernahkah mereka berpikir mengenai kehidupan lebih baik, pendidikan tinggi, rumah mewah. Tanpa bertanya pun kalian sudah tahu raut-raut wajah lelah dan otot di tangan para perempuan perkasa ini sudah mengatakan bagi mereka bekerja keras untuk dapat makan di hari esok, memastikan anak mereka kenyang pun sudah menjadi kebahagiaan untuk mereka.


Menjemur ikan asin

Potret ironis daerah pesisir dengan segala keterbatasannya yang melahirkan perempuan-perempuan tangguh dan hebat. Di balik segala kesulitan yang menghimpit, para kartini ini berjuang tanpa mengeluh. Perempuan istri nelayan di Pelabuhan Lekok Pasuruan adalah Kartini-kartini yang aku harap akan mampu menginspirasi perempuan-perempuan lain untuk terus berjuang dan berkarya. Kartini inilah yang mengajariku untuk tetap terus tersenyum dan melangkah. Semoga teman-teman juga bisa mengambil pelajaran dari mereka. (Setyaning P., Perikanan’09 UGM)


Pasuruan, 23 Januari 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: