Uncategorized

All posts in the Uncategorized category

new poster ha333

Published February 11, 2012 by lily191

10 minutes and finished…. New fanfict… ha333

Advertisements

(SPAM) It’s War MBLAQ…When will Lee Joon get beautiful life? ha333

Published February 7, 2012 by lily191

OMO…. As always… As usual…. Lee Joon oppa… Why you always be the one who was being hurt…. Why MBLAQ’s member messed with him… Ruin her happiness… Hix333… Still remember how he fell down after her girl left him in W MV… It seems Lee Joon suits to be hurt???? Oh My….

Yeah.. yeah… yeah… It’s just acting and script of MV, but really I could feel tears fell down on my cheek when saw the video… Oh My… My friend ruin my life… LOL I love this sentence… YOU MESSED WITH WRONG PERSON…

Will you please shut that dirty mouth
I will give back these painful tears to you
Engrave this in your ear – I will never leave you alone

You probably knew that I would find out sometime
I can’t forgive you – from now on

Betrayed…. Slice of miserable thing that could happen in your life…

PEREMPUAN PERKASA DARI PELABUHAN LEKOK PASURUAN

Published January 25, 2012 by lily191

Apa yang terlintas di pikiran kalian saat mendengar kata permpuan perkasa? Puisi ciptaan Hartoyo Andangjaya yang berjudul Perempuan-Permpuan Perkasa? Tak salah bila perempuan-perempuan itu disebut perkasa dengan segala keuletan, rutinitas harian, dan keterbatasan ekonomi mereka masih terus berjuang untuk memastikan asap dapur tetap mengepul. Seperti ini juga potret perempuan di Pelabuhan Lekok, Pasuruan.
Sosok-sosok perempuan yang tangguh yang mengabdikan diri mereka menjalani peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan pencari nafkah. Tidak akan mampu dipungkiri mereka ikut ambil peran dalam menopang perekonomian keluarga. Mereka bekerja sebagai pembuat ikan asin dan penjual ikan. Bukan pekerjaan yang menarik dan mungkin dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Bukan pekerjaan prestisius dan tidak menghasilkan penghasilan yang besar. Namun, wanita-wanita ini tetap bekerja keras dan tekun menjalani profesinya tersebut. Anda bisa melihat denyut perjuangan mereka dari pagi hingga petang. Mereka tak hanya bekerja, tetapi masih harus mengurus anak, suami, dan rumah. Mereka tak melupakan kodrat mereka sebagai seorang istri di tengah pekerjaan berat yang menyita waktu mereka.


Membawa bakul berisi ikan asin kering


Ibu yang bekerja menyiangi ikan asin

Perempuan perkasa dari pelabuhan Lekok Pasuruan adalah bukti ketangguhan sosok wanita dalam menjalani hidup. Mereka selalu bisa tersenyum dan tertawa di tengah himpitan kesukaran hidup, mereka mampu tersenyum hangat pada anda meski banyak hal pahit yang mereka rasakan. Perlu ditekankan bahwa kehidupan nelayan di Pelabuhan Lekok sendiri masih jauh dari kata berkecukupan, tetapi perempuan perkasa istri para nelayan tersebut akan lebih memilih untuk bekerja keras semampu mereka untuk membantu suami mereka memastikan esok mereka bisa makan dan hidup. Jangan bertanya pernahkah mereka berpikir mengenai kehidupan lebih baik, pendidikan tinggi, rumah mewah. Tanpa bertanya pun kalian sudah tahu raut-raut wajah lelah dan otot di tangan para perempuan perkasa ini sudah mengatakan bagi mereka bekerja keras untuk dapat makan di hari esok, memastikan anak mereka kenyang pun sudah menjadi kebahagiaan untuk mereka.


Menjemur ikan asin

Potret ironis daerah pesisir dengan segala keterbatasannya yang melahirkan perempuan-perempuan tangguh dan hebat. Di balik segala kesulitan yang menghimpit, para kartini ini berjuang tanpa mengeluh. Perempuan istri nelayan di Pelabuhan Lekok Pasuruan adalah Kartini-kartini yang aku harap akan mampu menginspirasi perempuan-perempuan lain untuk terus berjuang dan berkarya. Kartini inilah yang mengajariku untuk tetap terus tersenyum dan melangkah. Semoga teman-teman juga bisa mengambil pelajaran dari mereka. (Setyaning P., Perikanan’09 UGM)


Pasuruan, 23 Januari 2012

FROM UNIBRAW WITH LOVE

Published January 25, 2012 by lily191

“Cinta bukan hanya kata yang mewakili perasaan antar dua anak manusia. Cinta secara general adalah segala perasaan yang diberikan orang kepada sesamanya yang membuat orang terssebut merasa bahagia, dihargai, disambut dan nyaman”


Panitia Penyambutan dari BEM FIK UGM

(23/1/12) Kunjungan ke Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya membawa banyak kenangan dan memberi warna yang memaknai sebuah awal persaudaraan antara FPIK Universitas Brawijaya dan Jurusan Perikanan Universitas Gadjah Mada. Mahasiswa UGM mendapat sambutan super hangat dan bersahabat. Dari tangga pertama hingga lantai 3 kami disalami oleh panitia penyambutan yang merupakan mahasiswa BEM FPIK UNIBRAW. Saat itu ada kesadaran yang terhenyak mengenai arti keramahan, sopan santun dan penghargaan terhadap orang lain.
Keramahan dan kekeluargaan tidak hanya kami rasakan saat penyambutan saja, tetapi dalam semua rangkaian acara. Rombongan Perikanan UGM yang terdiri dari angkatan 2008, 2009, 2010 dan 2011 disertai Bapak Dosen Drs. Eko Setyobudi merasakan atmosfer yang hangat dan menyenangkan selama di UNBRAW. Kami disambut oleh Dekan FPIK beserta Kepala Jurusan FPIK UNIBRAW serta beberapa pejabat penting di lingkungan akademik FPIK UNIBRAW. Mulai dari sesi pengenenalan laboratorium, sesi pengakraban FPIK UNIBRAW-Jurusan Perikanan UGM, sesi pengakraban organisasi BEM FPIK UNBRAW dan HMJ KMIP Perikanan UGM menjadi moment-moment berkesan bagi semua. Mereka mengajarkan pada kami cara menghargai dan memperlakukan sesama dengan baik dan hangat, menorehkan kenangan untuk disimpan dalam hati dan keluarga baru dalam hidup kami.
Senyum, tawa, canda mewarnai kunjungan ini. Rasanya kembali ke dalam keluarga atau tepatnya mendapat keluarga baru. Ikatan keluarga yang didasari cinta tulus saudara pada saudaranya yang lain. Saling mendukung dan menyemangati dalam tiap langkah yang akan diambil selanjutnya. Semoga persaudaraan mahasiswa jas biru dan mahasiswa jas coklat ini menjadi awal kerja sama membuat kehidupan lebih baik bagi dunia perikanan dan kelautan nusantara. ( Setyaning P., Perikanan’ 09 UGM )
Malang, 22 Januari 2012

Mom, Dad… Tell me that you love me…

Published January 7, 2012 by lily191

I was born in the middle class family. I love my life as always even I had many fucking time in entire my life. I love the fact that I’m still live because God give me time to do anything what I want. Sometime I feel desperate and lost my way. The worst thing that happened to my life…. I’ll keep it as secret and I’m willing with it.

As girl I was really happy when someone told me I’m beauty… Like other girls I’m waiting for the boy who was born just for me. Am I naive?

I’m stubborn, I admit it. I can’t be so close to my friend because of I’m afraid that someday they will leave me alone and that will make flop me down.

Mom, do you love me?
Dad, do you love me?
Brother, do you love me?
It’s really mind to me. Mom, dad, my brother I don’t know I love you or not, but I can’t take it no more when one of you mad to me. I feel so sad and I… I… what should I say?

Someone told me, “No parents were perfect, but they love you so perfectly?”
I never heard you say, “I love you my daughter” I know even you never said, you really love me. Mom, dad I’m sorry I was too blind to realized it earlier even now maybe I just realized it for a while.

My brother sorry… I’m jealous of you. You get all our parents attention, they’re proud of you. How came this feeling grow in my heart? Jealous, mad, angry to my brother who even don’t know what I feel.

MOM, DAD… PLEASE, TELL ME THAT YOU LOVE ME BECAUSE SOMETIME MY HEART IS BLIND….

Vegetables with Peanut Sauce (Pecel)_Indonesia

Published February 22, 2011 by lily191


Pecel is a traditional meal from one town in East Java, Madiun. It made from different vegetables and serve with peanut sauce and warm plain rice (nasi putih). And usually accompany with some rice flour cracker (rempeyek). In reality Pecel has a lot of version such as pecel Blitar, Nganjuk, Kediri, Ponorogo, and Madiun. Although the substance has no difference with others, but each has its uniqueness.

Category: Vegetables
Difficulty: Medium
Cooking time: 45 – 60 minutes
Ingredients :
200 g peanut, peeled and fried (or you can use peanut butter)

Spice Paste :
– 2 cloves of garlic

– 2 red chillies, seeded and fried

– 5 eye’s bird chillies, seeded and fried (you can add more if you wish to)

– 5 cm kencur (also known as kaempferia galangal), peel off the skin

– 1 tablespoon dried prawn paste (terasi)

– 7 kaffir lime leafs

– 2 tablespoon tamarind mixed and squeeze with 100 ml lukewarm water and drain.

– 50 g palm sugar or more if you like more sweet taste

– 1 tsp sugar

Additional Ingredients
– 100 g bean sprouts, cleaned

– 100 g spinach, cut

– 100 cabbage, shredded

Directions Nasi Pecel
1. Fry garlic and the chillies. Set aside. And then grind or blend together with the rest of ingredients of spice paste. Add the fried peanut. Continue blending to make it smooth.

2. Add some of warm water to make the sauce thicken

3. Cook all the vegetables. Set aside.

4. Serve: Arrange the vegetables, and then pour with the peanut sauce. Serve with plain rice (nasi putih), crispy rice flour cracker (rempeyek), fried egg, fried soyabean cake (tahu & tempe) and cucumber.

Source : www.tasty-indonesian-food.com